The Story Behind The Name of This Blog

Nama blog ini sebenarnya sudah melalui proses yang teramat panjang. Yes, for me find the creative ideas for a brand is a difficult things. I don’t know why, but it has happened since i was child.

Gonta ganti nama telah dilakukan beberapa kali. Pernah terpikirkan mengambil jalan pintas menamakan blog ini dengan nama sendiri, tapi setelah dipikirkan kok ya terlalu narsis.

Yes i loved to be the centre of attention, but not for this. At least not for now.

Mungkin kalau nanti kualitas tulisan saya sudah sebagus dulu kala, akan saya pikirkan kembali opsi tersebut 🙂

Mentok sana sini, gonta ganti sana sini. Hingga terbersit lah kebiasaan traveling saya yang selalu menggunakan 2 buah tas backpack secara bersamaan. Satu tas jenis tas gunung/carrier yang saya panggul dipunggung, dan satu lagi jenis daypack yang dipinggul di depan dada.

‘Dua ransel’ sudah ada yang pakai. Senior pulak. Kuwalat siap menanti, kalau bermain-main dengan senior! :p

‘Dua Tas’ dan ‘Dua Backpack’ terasa kurang gurih didengar. Masih perlu tambahan mecin SASA!

…………..

……………

Gotcha! ‘Two Backpack’, sounds great..!!!!!

Bukan hanya secara branding nama ini terdengar lumayan (akui sajalah).

Tapi juga setelah dianalisa dengan disiplin ilmu yang sekarang ini lagi nge-trend yaitu Ilmu Cocokologi, ternyata nama ini memiliki makna. Baik itu kata ‘two’ maupun ‘backpack, keduanya memiliki filosofi teramat dalam. NGOKS!

 

WHY BACKPACK?

Hampir disetiap aktivitas traveling, saya selalu lebih memilih menggunakan tas backpack daripada sebuah koper. Apapun jenis travelingnya.

Bahkan jika traveling keluar kota dalam rangka menghadiri acara formal, yang membutuhkan baju formal mudah kusut seperti kemeja atau jas pun, saya tetap menggunakan tas backpack. Kalau seperti ini biasanya khususon membawa setrika sendiri 😀

Lalu pertanyaan yang muncul adalah apa makna/arti backpack?

Terkadang kita dapat mengetahui sifat dan karakter seseorang dengan cara melihat apa yang dikenakannya. Yup, saya mengamininya, dan tas backpack ini merupakan penggambaran karakter yang tepat untuk saya, pemilik blog ini.

Adventurer

Tas carrier yang selalu menjadi tas utama saya atau banyak orang menyebutnya tas gunung memang diperuntukan untuk aktivitas traveling yang bersifat adventurer. So do i.

Sifat yang sama juga ada pada diri ini. Saya menyukai hal-hal yang baru. Saya juga menyukai dan mencari tantangan.  I am an adventurer.

 

Simple

Tas backpack juga erat kaitannya dengan ‘simple’. Begitu juga dengan saya. I love simplicity. For me a good thing come with simplicity. Diluar sana sudah sangat ribet, jadi gak perlu ditambah ribet lagi ya guys.

Always remember : Keep It Simple Stupid! KISS :*

Flexible

Dibandingkan koper, tas backpack jelas jauh lebih Flexible. Naik tangga tinggal gendong, kalau koper? Berjalan di jalan yang jelek tinggal gendong, kalau koper? Naik motor tinggal gendong, kalau koper?

Jadi backpack itu flexible  dan adaptive sama seperti saya.

 

Easygoing

Tas backpack juga bisa dengan mudahnya dibawa traveling dengan tema apapun dan kemana saja. Dibawa traveling  dengan tema city tour? Santai. Bagaimana dengan tema pantai? Bisa. Dibawa traveling ke gunung? Justru itu jagonya. Backpack itu easygoing, begitu juga saya.

 

Loveable

Nah ini yang banyak orang lupa dan tidak melihatnya. Cowok atau cewek yang bawa tas backpack apalagi kalau yang dibawa tas carrier alias tas gunung pas traveling itu dijamin orangnya loveable. Why?

Orang membawa koper pasti digeret ditarik oleh si empunya selayaknya benda mati (yaeyalah namanya juga koper nduk). Gesture yang sama seperti saat kamu membawa binatang peliharaan kamu jalan-jalan :p. Tapi lihatlah tas backpack.

Ia dipanggul menyatu dengan tubuh si empunya. Seberat apapun beban tas itu, ia akan terus dibawa bersamanya. Dipanggul. Sesulit apapun medan dan cuacanya juga akan selalu bersama. Saat susah dan senang, hujan dan panas selalu dirasakan bersama. See? Romantis bukan? Loveable bukan? So do i.

“Adventurer, Simple, Flexible, Easygoing, and also Loveable”

Gimana cocok bukan?  *iya-in aja biar cepet. Nget-inget ini ilmu Cocokologi yang tak boleh dibantah.

 

 

WHAT IS BEHIND NUMBER ‘TWO’?

Selain kata ‘backpack’, angka ‘two’ atau ‘dua’ ternyata juga memiliki makna dan filosofinya tersendiri.

Bukan…!!!!

Saya bukan sedang berkampanye untuk Pakdhe Jokowi apalagi seorang Ahok. Walaupun memang kedua tokoh tersebut saya kagumi. Tapi blog ini bukan dibuat untuk berkampanye ‘Pilih Nomor 2 untuk 2 Periode’. Camkan itu! 😀

Tidak…!!!!

Saya juga bukan sedang galau memikirkan bagaimana supaya ‘satu menjadi dua’. Menjadi satu karena komitmen tidak akan membuat galau :p

Lalu apa?

Dua melambangkan keseimbangan. Sebuah kesempurnaan. Semua hal di dunia ini diciptakan oleh-Nya berpasang-pasangan. Dua.

Ada kebaikan, ada pula keburukan. Orang yang berbuat kebaikan akan diganjar surga, orang yang berbuat keburukan diganjar neraka. Seimbang. Sempurna.

Ada pria, ada pula wanita. Ada yang setengah pria, ada juga yang setengah wanita. Seimbang. Sempurna.

Wajah yang ayu tanpa dihiasi dua buah bola mata beserta dua alis serta dua telinga tentu ada yang kurang. Sama seperti sebuah mulut tanpa dihiasi dua bibir manis. Seimbang. Sempurna.

Ada air, ada pula api. Ada gunung yang menjulang tinggi, ada pula laut yang menjorok kedalam. Seimbang. Sempurna.

Ada matahari yang menyinari siang, ada pula rembulan yang menerangi malam. Seimbang. Sempurna.

“Dua Itu Seimbang dan Sempurna”

Jadi dua itu seimbang.

Seperti manfaat menulis bagi si penulis, menyeimbangkan antara apa yang ada di kepala dengan apa yang ada di hati, juga tak lupa apa yang dikerjakan. Seimbang.

Dua juga berarti sempurna.

Sama seperti blog ini yang diharapkan menjadi dokumentasi buah pemikiran dan cerita si penulis menuju kesempurnaan, yaitu saat satu menjadi dua dan kemudian beranak pinak menjadi tiga, empat, dan seterusnya.

dari dreamtime.com

Gimana cocok lagi bukan? *iya-in aja biar cepet. Nget-inget ini ilmu Cocokologi yang tak boleh dibantah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *