Taman Nasional Baluran : A Little Africa in Java

Pertengahan bulan September 2016 lalu, Klayap memiliki klien yang traveling ke Jawa Timur. Telah menjadi kebiasaan, jika memiliki waktu luang akan selalu menyempatkan untuk mendampingi Klien tersebut. Sekedar untuk memastikan trip berjalan sempurna.

A Hornbill

Sebenarnya tidak ada Taman Nasional Baluran di itinerary awal. Namun karena ada permintaan khusus, saya pun memutuskan untuk memberikan bonus mengunjungi taman nasional ini.

Beruntung di Baluran

Taman Nasional Baluran yang seringkali disebut ‘Africa Van Java’ atau ‘A little Africa in Java’ memang menawarkan keindahan pemandangan khas alam afrika yaitu savana. Tidak hanya landscape-nya namun Baluran juga menawarkan kehidupan alam liar di dalamnya. Taman nasional ini merupakan habitat dari berbagai jenis hewan liar.

Pada awalnya saya yang telah mengunjungi Baluran beberapa kali, merasa pesimis akan menemukan hewan-hewan liar yang ada di Baluran. Ya memang sangatlah sulit menemukan hewan-hewan liar disini. Terlebih jika mengunjunginya hanya selintas (tidak bermalam dan melakukan
penjelajahan khusus ke dalam area taman nasional).

Peafowl

Berulang kali saya memerintahkan Tour Leader yang mendampingi grup tersebut untuk selalu menyematkan kata
‘if we lucky’ di dalam penjelasan mengenai hewan-hewan liar yang dapat ditemui. Ini dilakukan agar mereka tidak memiliki ekspektasi yang terlampau tinggi.

‘Pemandangan savana khas Africa pasti didapatkan mereka, karena memang masih musim kemarau. Tapi sepertinya tidak untuk menemukan hewan liar.

“Semoga mereka tidak kecewa”, pikir dalam batin.
Namun ternyata saya salah. Di hari itu kami sungguh sangat beruntung. Setelah menikmati indahnya matahari terbit berwarna kemerahan yang muncul dari tengah laut Pantai Bama, di tengah cuaca yang sempurna, ternyata kami mendapatkan suguhan atraksi menarik dari berbagai hewan liar disana.

Mulai dari kawanan rusa dan kijang yang sedang asik merumput, banteng liar yang berjalan dengan angkuhnya melewati padang savana dan beberapa banteng lainnya yang sedang asik berendam di kolam lumpur menikmati mentari pagi. Tak hanya sampai disana, sekawanan monyet hitam yang sedang berlompatan dari satu pohon ke pohon lainnya kami temui, juga berbagai jenis burung seperti beberapa peacocks jantan dengan bulu indahnya, dan terakhir burung hornbill dengan paruhnya yang cantik terbang melintasi kami. How lucky we are!

Ya, grup ini sangat beruntung! Beberapa kali klien kami lainnya yang ke Baluran selalu kembali ke hotel dengan sedikit kekecewaan karena hanya menemukan beberapa atau bahkan tidak menemukan sama sekali hewan-hewan liar.

Saran untuk Baluran

Black Monkey

Sedikit bercanda saya pun berseloroh. Mungkin akan sangat menakjubkan dan menaikan pamor Taman Nasional ini, apabila pemerintah bisa mendatangkan beberapa pasang gajah, beberapa pasang jerapah dan zebra, juga tak lupa beberapa pasang singa yang didatangkan langsung dari Africa dan dikembangbiakan di tempat ini. Cobalah bayangkan.

Sehingga Baluran bukan lagi menjadi ‘A little africa in Java’ tetapi ‘A real africa in Java’. Hahaha

Namun apapun itu jika kamu ingin menyaksikan kehidupan hewan liar di Taman Nasional Baluran, twobackpack(s) menyarankan untuk dapat menginap bermalam di Baluran. Cobalah safari malam atau berbagai aktivitas outdoor lainnya yang dapat dilakukan di Baluran seperti canoing, dsb.

Atau jika kamu tidak ingin bermalam di Baluran. Berangkatlah dini hari dari Hotel kamu di Banyuwangi. Nikmati sunrise di Pantai Bama dan kemudian jelajahi Savana Bekol di pagi hari. Kebanyakan hewan-hewan liar mulai aktif kalau tidak di malam hari, ya di pagi hari tepat setelah matahari terbit. Jangan lupa datanglah saat musim kemarau untuk mendapatkan pemadangan khas savana africa!

Dan yang terpenting lagi, traveling lah bersama Klayap. Best partner in planning your trip!🙂

*Photo by Roger Boey (one of our client). Thanks Roger!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *