Jaydyn, The Adorable Adventurous Little Girl in Derawan Trip

Satu dari sekian banyak hal menarik saat traveling mendampingi klien Klayap akhir November 2016 di Derawan trip kemarin adalah sesosok anak perempuan kecil bernama Jaydyn.

Sebenarnya diawal seperti tidak ada yang istimewa saat mendapatkan data detail participants untuk trip Explore Derawan Islands (23 -28 Nov 2016) yang lalu tsb. Beberapa nama sudah saya kenal dan saling mengenal baik, ada beberapa nama baru, dan…… oh ada yang menyempil ‘Jaydyn (9 years old’).

Hari H tiba, 23 November 2016 pukul 03.00 WIB dini hari saya pun bertemu dengan mereka di Bandara Soekarno Hatta. Mereka berangkat dari FM7 Resort Hotel yang telah Klayap atur sebagai hotel transit mereka. Satu persatu saya pun menyapa mereka seperti biasa, dan akhirnya sosok anak perempuan kecil bernama Jaydyn itu pun saya jumpai.

Dini hari itu sosok bertubuh mungil berkacamata dan membawa tas ransel backpack yang lebih besar dari badannya, terlihat beda dari anak-anak pada umumnya. Ada satu hal yang mengusik saya, yaitu tidak tampak raut kelelahan, mengantuk, dan bahkan cemberut dimukanya.

Padahal itu suatu yang lazim dilakukan anak kecil seumuran dirinya apabila dibangunkan dini hari dan dipaksa beraktifitas bukan? Ok, I think this kid is different..

Anak Kecil ini Berbeda

Hari berlalu, semakin jelas terlihat bahwa anak ini berbeda dan sungguh membuat terkagum-kagum.

Bagaimana tidak. Itinerary trip ini bisa dibilang cukup padat. Bahkan bagi orang dewasa pun dijamin aktivitas di tour ini akan membuat mereka kelelahan.

Perjalanannya amatlah panjang. Harus melalui udara dengan transit 2x, melalui jalan darat duduk di mobil berjam-jam lamanya, juga melalui jalur laut yang mengocok isi perut. Belum aktivitas snorkeling dan berenang diudara yang panas yang tentunya akan lebih cepat menguras tenaga.

Father & Daughter

Lalu bagaimana dengan Jaydyn si bocah petualang nan menggemaskan ini?

Jaydyn tidak pernah complaint. Ia tidak pernah cemberut. Ia tidak pernah ngambek dan merajuk dengan ayahnya. Apalagi menangis.

Saat sebelum trip dan melihat data participants bahwa akan ada anak berumur 9 tahun, terbayanglah sesosok anak kecil yang akan sering complain, sering cemberut, ngambek dan merajuk dengan orangtuanya. Tapi kenyataannya sungguh sesuatu yang luar biasa dan diluar dugaan.
Dimana complaint, cemberut, ngambek, dan merajuk itu?

Di hari ketiga kalau tidak salah, itinerary mengharuskan bangun dini hari untuk check out dari water villa kami di Derawan dan kemudian menuju Whaleshark Point. Pukul setengah 5 pagi kami kumpul, dan Jaydyn pun sudah siap lengkap dengan pakaian renangnya yang membuat ia seperti Diver Pro cilik.

Lagi-lagi dengan muka riang tanpa cemberut, tanpa ngambek, dan tanpa hal negatif lainnya. Bahkan yang paling bikin kesal adalah gayanya mengalahkan gaya saya. I hate her! 😀

Ada satu momen yang sesungguhnya saya berharap ini anak akan menunjukan watak aslinya sebagai seorang bocah biasa #IblisModeOn. Yaitu saat perjalanan laut 2,5 jam dari Derawan menuju Talisayan menggunakan speedboat.

Kelelahan bangun dinihari, gerakan speedboat memecah ombak yang membuat bokong merana, juga seluruh organ tubuh dibuat seperti berpindah tempat saking kerasnya hentakan speedboat selama 2 jam, dijamin membuat orang-orang mengeluh.

“Jaydyn pasti akan mengeluh!”, pikir saya.

Tapi kenyataannya tidak! Participants lainnya yang dewasa mengeluh kelelahan, ini anak sama sekali gak mengeluh! How come!?

Okelah saya menyerah, ini anak memang luar biasa *lambaikan bendera putih

Satu-satunya complaint, cemberut, ngambek itu didapatkan ketika saya harus mengatakan : “Ok time is over, we must go”
Dan ia menjawab: “Whatttt?! Why so fastttt?! Noooo… i wanna stay in here” (sambil terus berenang)
Itulah satu-satunya complaint dari mulut si bocah ini. Haha

Bocah kecil ini juga seperti sebuah boneka kelinci lucu yang dipasangi tenaga baterai super canggih. Ia tidak mengenal lelah.

Disaat participants lainnya lelah untuk snorkeling, lelah berpanas-panasan dan lelah untuk berjalan, tidak dengan Jaydyn. Ia melahap apapun aktivitasnya. Selalu tertarik dan berani mencoba pada apapun. Ia melihat anak-anak lokal melompat ia pun ikut melompat.

Ada banyak sekali kekaguman dari saya untuk bocah kecil ini yang tidak bisa dituliskan satu persatu. Sekian lama melayani klien yang membawa serta anaknya, baru kali ini melihat sosok anak kecil yang begitu luar biasa.

Group Photo on Kakaban Island

Pastinya kehebatan Jaydyn ini tidak lepas dari sosok orangtuanya yang mendidiknya, khususnya ayahnya yang saat itu mendampinginya dan saya pun memperhatikannya.

“Jaydyn tumbuhlah besar dengan tidak menghilangkan itu semua”
“Keep traveling and keep loving your dad!”

And I challenge you to camping and trekking up to the mountain with me and your dad of course! Do you accept my challenge Jaydyn?!
*I’m sure at the mountain you will give up and start complain #IblisModeOn

See you Jaydyn!

———

Melihatnya pola tingkahnya bersenang-senang dengan ayahnya sumpah bikin baper.
“Sabar ya nak, nanti akan ayah ajak kamu traveling bersenang-senang bersama, persis seperti Jaydyn dengan ayahnya”
“Sabar juga ya nak, emakmu masih indent”
*sambil elus elus perut sendiri Lol

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *